Aktivis Rohis vs Kapten Basket

 

 

Judul                                 : Jadian 6 Bulan

 

Nama Penulis                     : Rhein Fathia

 

Penerbit                            : DAR! Mizan

 

Tahun Penerbitan               : 2007

Jumlah Halaman                 : 200 halaman

 

Ukuran buku                      : 11,5 x 17,1 cm

 

 

 

Sinopsis :

Siapapun tak ada yang menduga kalau Rio, cowok keren idola cewek se – SMA Negeri 1Bogor itu, nekat nembak Tiara, seorang jilbaber, aktivis Rohis. Namun gayung pun bersambut, Tiara mau jalan bareng sama cowok yang gape main basket itu. Seisi “dunia” dibikin heboh oleh ulah mereka.

“Rio jadian sama Tiara? Mustahil!” cetus fans Rio.

“Tiara pacaran sama Rio? Masya Allah!” seru anak – anak Rohis.

Kata – kata itulah yang keluar dari mulut para penggemar Rio maupun anak – anak Rohis. Bahkan ada akhwat yang sampai pingsan ketika mendengar hal itu. Ironis memang, etika m3ihat ada seorang akhwat yang berpacaran. Terlebih bila akhwat tersebut adalah akhwat yang menjadi contoh bagi akhwat lainnya. Tapi, siapa yang bisa mengubah keputusan Tiara yang sudah bulat? Bahkan sidang yang dilakukan oleh anak – anak Rohispun tidak dapat mengubah keputusan yang Tiara ambil.

Tiara pun tidak mengambil keputusan secara tergesa – gesa. Dia memang telah punya rencana tersendiri dengan hal itu. Yang mengetahui hal itu hanyalah sang Ayah dan Bunda tercinta. Rencana ini Tiara buat karena dia tahu bahwa Rio hanya menjadikannya taruhan. Hal ini ia ketahui dari Miftakh.

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa sekarang telah memasuki bulan kedua bagi Rio dan Tiara. Tapi sampai saat ini Rio belum bisa mencapai target – target yang telah dia pasang. Bahkan jalan berduapun tidak pernah.

Setelah sekian lama berusaha merayu Tiara untuk mau jalan bareng dengannya, akhirnya usahanya itu membuahkan hasil. Tiara mau diajak nonton. Akhirnya mereka membuat janji untuk bertemu di depn gedung Bioskop. Tapi ternyata Tiara tak hanya sendiri, melainkan bersama dengan ketiga kakaknya. Aduhh….. Gagal deh usaha dan rencana yang telah Rio susun dengan matang.

Segala usaha telah Rio lakukan agar targetnya tercapai. Tapi sejauh ini tak satupun target yang dia susun dapat ia jalankan. Bahkan kini hatinya berdesir apabila berada di dekat Tiara. Bahkan ketika ada cowok lain yang mendekati kekasihnya itu, dia menjadi cemburu. Dan rasa cinta yang ia rasakan semakin menguat tatkala Tiara memberinya kejutan dengan datang pada saat Rio bertanding.

Suatu hari, Rio bertanya pada Tiara tentang Andromeda. Andromeda adalah cinta pertama Tiara meskipun saat ini ia hanya menganggapnya sebagai saudara seimannya saja. Tiara sangat terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Rio, terlebih ketika Rio mengatakan bahwa Andromeda, Sendhi adalah kakaknya. Tiara sama sekali tidak menyangka bahwa Rio adalah adik dari Sendhi. Hal ini disebabkan karena perbedaan watak dan karakter yang ada dalam diri keduanya. Rio bertanya apakah Tiara masih mencintai Sendhi. Tiara hanya menjawab bahwa dia hanya menganggap Sendhi sebagai saudara seimannya saja. Tiara buru – buru menyudahi pembicaraan yang tidak mengenakkan itu dan keluar dari perpustakaan.

Sejak kejadian itu, Tiara seakan menjauhi Rio. Rio sudah berusaha untuk kembali mendekati Tiara bahkan menegurnya, tapi Tiara selah tidak menggubrisnya. Sampai suatu saat ketika berada dirumah, Tiara mendapat kabar dari Inggar bahwa Rio mengalami kecelakaan dan dalam keadaan kritis. Tiara yang mendengar hal itu langsung menuju rumah sakit bersama Yoga, kakaknya.

Selama Rio belum sadar, Tiara selalu menjaga Rio sambil menangis. Ia menyesal karena saat Rio membutuhkan dirinya, dia malah menjauhi Rio. Bahkan ketika Rio sadarpun Tiara menangis sambil meminta maaf kepada Rio. Tapi Rio berkata bahwa kecelakaan itu bukan salah Tiara, melainkan kecerobohan dirinya.

Masa bed rest Rio sudah berakhir, tapi Rio tak kunjung masuk sekolah. Saat Tiara menghubunginya dan menanyakan kenapa ia tak masuk sekolah, Rio hanya mengatakan bahwa dirinya masih butuh waktu untuk beristirahat. Tapi Tiara menjadi tahu mengapa Rio tak kunjung masuk sekolah tatkala Sendhi menelepon dirinya. Sendhi juga mengatakan bahwa Rio tak mau keluar dari kamar sejak tiga hari yang lalu. Tiarapun langsung berangkat menuju rumah Rio. Sesampainya disana Tiara menemukan Rio hendak menenggak obat dalam jumlah yang banyak, tapi hal itu tak jadi Rio lakukan saat mendengar suara sang kekasih memanggil dirinya. Tiara pun berusaha untuk memberikan semangat pada Rio. Bahkan Tiara membuatkan makan malam untuk Rio.

Keadaan Rio mulai membaik. Bahkan ia sudah dapat menerima kenyataan bahwa kakinya tidak dapat digunakan untukbermain basket lagi. Rio mulai belajar untuk menjadi seorang ikhwan agar dia pantas untuk Tiara. Dan mengenai taruhan itu, ternyata itu hanya cara teman – temannya saja agar dia tahu apa itu cinta. Hubungannya dengan Tiara sekarang hanya sebatas saudara seiman saja, tak lagi pacaran seperti dulu. Namun, rasa cinta dihati Rio dan Tiara tetap ada dan akan mereka semai kala tlah tiba waktunya nanti.

 

Bila berminat silahkan cari di toko buku terdekat… atau pinjam di ana… ^,^

2 responses

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s