Dia itu Temanku :)

Malam ini aku ingin bercerita tentangnya. Dia yang telah membuat duniaku lebih berwarna meski itu tak cerah. Mengapa aku mengatakan itu tak cerah? Karena warna yang di hasilkan tak pernah kuperkirakan sebelumnya dan juga bukanlan merupakan suatu hal yang menyenangkan. Tapi aku mensyukuri jalinan yang ada antara kami. Yang tetap terjaga meski warna kehidupan ini kian beraneka ragam Dan kuharap akan terus begini hingga akhir nanti.

Kami mulai saling mengenal ketika OSPEK fakultas tahun 2010 yang bernama PROGRESS dimulai. Aku berada dalam 1 kelompok dengannya bersama 9 orang teman yang lain. Dari situ kami melewati masa – masa PROGRESS bersama – sama yang kemudian menguatkan ikatan antara kami. Bukan hanya antara aku dan dia, tapi juga dengan seluruh teman yang ada dalam satu kelompok tersebut. Disitu, kami mulai menamakannya sebagai teman.

Kami berteman dengan cara yang unik. Dengan sikapnya yang canggung dan cukup pendiam. Juga dengan sikapku yang menjadi pendiam ketika bertemu orang pendiam. Jarang ada kata yang terucap apalagi sms yang bejibun, yang ada hanya senyum canggung yang tercipta ketika berpapasan atau bahkan terkadang tak saling menyapa. Unik. Begitu aku menyebut pertemanan ini.

Pertemanan ini berjalan dengan amat sangat lancar sekali hingga pada akhirnya teman – temanku di TB mengetahui kedekatan kami dan menyeruaklah hembusan angin itu. Hembusan angin yang mungkin bagi sebagian anak di anggap  benar – benar terjadi. Hembusan angin yang kemudian semakin kencang hingga tak dapat kuatasi hingga menjalar ke kelas lain bahkan departemen lain (atau jangan – jangan fakultas lain juga? -,-a)

Aku sudah terlalu sering membantah semua yang mereka tujukan pada kami. Bukan karena ingin menghindar tapi lebih karena memang tidak ada apa – apa di antara kami. Terkadang aku sedikit kesal dengan sikapnya yang sebodo tuing terhadap semua angin tak nyaman yang berembus. Namun ketika kurenungkan kembali hal itu mungkin lebih baik, untuk membiarkan semua orang menghembuskan angin sesuka mereka hingga mereka lelah sendiri. Jadi kuputuskan untuk bersikap seperti dirinya, meski kuakui itu tak berhasil 100% dengan pribadiku yang seperti ini. Hingga akhirnya malah kuputuskan membuat teman – temanku semakin penasaran dengan hubungan kami. Hehe… Jahilnya aku. :p

Tapi jika ingin mengklarifikasi untuk sekali lagi, sungguh tidak terjadi sesuatu seperti yang kalian pikirkan kawand. Kami hanya berteman dan kami merasa nyaman dengan hal itu. Tapi pengalaman kali ini menorehkan warna yang berbeda dalam hidupku. Dimana aku mulai dewasa dalam menyikapinya. Tanpa adanya emosi ataupun kekesalan yang mencuat keluar. Dan sekali lagi ALLAH berhasil mengajarkanku tentang arti hidup yang lain… ^_^

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s