Remotivasi Part 1

Setelah sedikit agak lama merasa cukup sangat jenuh dan agak terabaikan serta digantung, akhirnya aku dapet banyak REMOTIVASI.😀 Sesuatu yang aku akui sangat kubutuhkan di saat seperti sekarang ini. Di saat aku sedikit galau memikirkan nilai, di saat aku jenuh dengan sesuatu yang terasa sedikit mengabaikanku, di saat aku merasa sendirian dalam mempertaruhkan sesuatu yang besar –sesuatu yang menurutku harusnya selalu diperjuangkan bersama dan dengan pemikiran bersama-.

Motivasi pertama kudapat dari Mbak Dina TB 2009. Sapaan singkat mbak Dina yang hanya berisi 3 huruf ‘dek’ ternyata berkelanjutan pada sebuah diskusi panjang yang berakhir di perenungan. Hanya berawal dari sebuah pertanyaan yang cenderung sederhana tapi cukup mematikan “kamu udah gak nyaman kan?” Pertanyaan yang ternyata menguatkan sebuah rasa yang ada di hati. Ya, aku mulai merasa kembali tidak nyaman, mulai merasa jenuh –padahal ini baru awal >.<- karena terus – terusan dibuat berfikir keras tanpa disadari oleh siapapun, mulai merasa jengkel karena sepertinya hanya aku yang berfikir dengan keras sementara yang lain masih enjoy dengan dunianya sendiri. Entah karena pemikiranku yang terlalu rumit ataukah yang lain terlalu easy going. Atau mungkin yang lain juga berfikir keras tapi tidak kurasakan karena hati kami belum menyatu? Mulai merasa sedikit terabaikan dan di gantung tanpa keputusan yang jelas. Hal yang membuatku kemudian menjadi sedemikian jenuh dan akhirnya memilih untuk sedikit diam dan menjalankan apa – apa yang ada dengan sangat apa adanya –terbukti pada acara sertijab kemarin-.

Pada awalnya mbak Dina memberiku 2 opsi. Yang pada saat ini aku ada di A, diberi opsi ‘gimana kalo balik ke B aja’. Aaah… kalo masalah yang B sih aku tetep di B. Tapi aku juga gak mau meninggalkan yang A. Kesannya gak bertanggung jawab banget deh. Lagian aku juga udah janji buat bantu dan ikut berjuang di sana. Selama itu gak ngebuat IP ku anjlok lagi –inget semester 2 deh kalo udah gini >.<- ya aku bakal tetep berusaha semampuku buat bantu semuanya.🙂

Tapi yang kemudian menjadi pertanyaan adalah “terus selanjutnya? kalau kamu gak ada “trik” untuk menstimulasi dirimu buat beranggapan ini menyenangkan, dan seterusnya sampai setahun kedepan dan terus menerus memperlihatkan bahwa kamu gak enjoy, apa malah gak tambah gak enak sama yang lain? siasatmu apa supaya sense of belonging itu nambah?” Dan dengan dodolnya aku belum bisa menjawab pertanyaan itu. Hingga akhirnya mengalir sebuah cerita. Bahwa bukan hanya aku saja yang mengalami ini. Tapi beberapa orang seniorku pun juga pernah mengalami hal ini. “orang itu bisa menjadi pengendali penuh atas apa yang jadi persepsinya. kalau ngomong soal gak nyaman, hidup ini memang tempatnya gak nyaman. satu masalah datang, belum selesai. nambah lagi.nambah lagi. sampe budrek pengen mati masih dikasih lagi. selesai satu, nambah tiga. tapi kalau diturutin gak enak, ya hidupmu selamanya gak tenang. karena dimanapun itu, kamu gak mungkin sendirian. pasti ada orang2 disekelilingmu dan kalau ada orang lain, alamate wes pasti ada beda pendapat, pertengkaran, sirik2an, rasan2, ilok2an. wes pasti mau buat semua ummat manusia di dunia rukun? ya gak mungkin. aku dulu emosional. musuhku banyak. gak suka si a. gak suka si b. tapi aku rasanya bosen kayak gitu. mau nyari orang yang sehati terus sama kita ya gak mungkin. lha wong otaknya beda. DNA nya beda. jelas jalan yang diambil, keputusan, udah pasti beda. …tiiiiiiit… Semuanya Cuma sesederhana kata legowo“

Iya bener!!! Legowo. Ikhlas. Nrimo. Sebenarnya Cuma itu yang harus di lakukan maka semuanya akan baik – baik saja. Seharusnya nrimo bahwa setia orang itu gak sama. Ada yang di takdirkan jadi pemikir, pekerja atau mungkin juga pengganggu. Hehe… :p Percakapan dengan mbak dina via FB ini cukup meringankan beban kejenuhan yang kubawa beberapa hari ini. Atau mungkin beberapa minggu? Atau beberapa bulan? Entahlah… Mungkin karena semuanya bertumpuk jadi satu tanpa kuduga sebelumnya.🙂

Yang terpenting sekarang berusaha untuk menjalankan semua yang ada semaksimal mungkin, berdoa sebanyak mungkin, mendekatkan diri sama ALLAH sedekat mungkin. Yakin kalo ALLAH itu gak pernah tidur. Sekalipun ALLAH gak ngasih apa yang aku harapin itu bukan berarti ALLAH gak saying, hanya saja ALLAH sudah terlalu rindu dan ingin kita lebih mendekat lagi.🙂

Dan kata – kata terakhir mbak Dina “haha. aku emoh ndelok status ataupun blog yang isinya ngeluh lagi. lek ngeluh ngeluho ke aku. atau tak ajari jadi orang galak ben masalahe cepet mari soale semua pada takut pas kita nyulut konflik terbuka. Hahaha” yang kemudian kujawab “nah itu dia mbak… aku gak suka konflik terbuka. aku sukanya mereka sadar sendiri kalo aku menjauh. kalo aku pergi. aku lebih suka nulis ato nunjukin secara tersirat. mungkin itu sih kelemahanku hehe” dan kata mbak dina “percuma. gak ada yang nyadar kalo gak sesama pemikir yang punya antena sama :p” Iya, mungkin terkadang aku perlu sedikit ‘keras’ agar mereka tau tentang arti sebuah perjuangan secara totalitas.🙂

12 responses

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s