Sakura dan Anginnya…

Ku tahu dengan pasti bahwa ada resiko dari setiap pilihan yang ada. Tapi tak pernah sekalipun aku berfikir bahwan kepedihan itu terlalu menyakitkan untuk kurasakan. Namun ternyata itu memang harus kurasakan. Sebenci apapun aku merasakan kesakitan ini.

Angin ternyata tak hanya mampu membuat ranting ini patah, tapi juga menambahkan sayatannya dengan kedalaman yang mengerikan. Membuat sang ranting merasa tak lagi mampu untuk bertahan. Angin selalu sukses membuat badai seperti yang dia mau. Meluluh lantakkan sedikit bahagia yang masih tersisa. Aaaah… masih adakah secercah bahagia itu? Masih tersisakah sititik harapan itu?

Namun lagi – lagi Sang angin begitu lihai memainkan perannya. Membawa badai yang labih besar dalam hidup sang sakura. Meluluh lantakkan seluruh tangkai dan dan mahkotanya. Menghancurkannya berkeping – keping. Membuat sang sakura tak lagi mampu untuk bertahan. Namun sakura itu memilih diam. Menata kembali seluruh jiwa raganya. Menghadapi sang angin dengan senyuman. Seolah ia adalah bunga terkuat yang pernah ada . Yang mampu menghadapi sang angin semenakutkan apapun badai yang dibuatnya.

Pada alam, sang sakura memperlihatkan keindahan terbaiknya. Mengumumkan pada semua bahwa ia sedang baik – baik saja. Membicarakan sang angin dengan nada seriang mungkin. Seolah tak pernah merasakan sakit yang begitu menakutkan. Aaah… Tapi adakah yang tau bahwa ia begitu sengsara? Dengan kepedihan yang tak terkira. Membuatnya seakan mati perlahan.

Sang angin memperburuk semuanya, ketika kembali ia hembuskan deru mematikannya pada sang sakura. Membuat sakura seakan tak punya nyali walau hanya untuk sekedar menyapanya dalam senyum kepedihan. Meyakinkannya bahwa mati akan lebih baik daripada bertahan. Bahwa mati tampaknya lebih meyakinkan untu di jalani daripada harus ada dalam deru ombak yang mematikan. Dan kini, tanpa sang angin tahu, sang sakura mulai membunuh dirinya. Dengan luka yang menganga lebar. Yang ia tau bahwa luka itu tak lagi bisa disembuhkan. Kecuali bila sang angin menyadari semuanya sebelum terlambat. But, that is impossible huh???

Image Image Image Image

#celoteh aneh di hangatnya malam… 01.00 dirumah tercinta… :*

9 responses

  1. aiiiiiiiiih. .

    jangan salahkan angin yang berhembus sampai mengugurkan sakura?
    tapi tanyakan dengan lembut dan jelas kepada angin,, “angin, mengapa hembusanmu kali ini sangat tidak signifikan?”. wkwkwkkwkwk
    #tambah edan.😛

    untung masiha ada strawberry disini, jadi saya bisa melahapnya tanpa memikirkan angin dan sakuran .😆

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s