Tanpamu, Aku Butiran Debu…

Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia

Cinta itu datang. Tanpa diduga. Tanpa diminta. Meruntuhkan seluruh pertahananku. Membuatku mabuk kepayang. Menyerahkan seluruh hatiku padanya. Pada dy yang kucintai dengan setulus hati. Berharap cinta ini kan terus terjalin dengan ikatan indahnya. Menyemai bibit – bibit unggulnya untuk mewarnai dunia. Menatap indah senyumnya yang menenangkan batinku. Berharap rasaini kan kekal abadi. Untuk selamanya.

Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat

Hingga di satu waktu, aku menemukan sebuah kenyataan pahit. Bahwa semua yang terjadi tidaklah seindah yang kubayangkan selama ini. Ketika cinta suci yang kuinginkan ternyata hanya sebuah pengkhianatan tak berbatas. Kebohongan yang dibungkus dengan kertas kado yang begitu indah untuk semua kepalsuan yang tercipta. Karena semua senyum yang tercipta di bibir indahnya ketika bersamaku hanyalah kamuflase dari semua cacian yang dy teriakkan di belakangku.

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam

Dy berhasil menghancurkanku dengan semua hal yang dy lakukan di belakangku. Dy mencaciku, memakiku dengan semua kosakata yang dy miliki. Membuatku semakin terpuruk dan tak bisa kembali untuk berdiri tegak. Dy berhasil menghancurkanku. Menenggelamkanku dalam lautan derita terkelam yang paling kutakutkan dalam hidup. Memaksaku kembali mengulang trauma yang pernah kurasakan sebelumnya.

Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu

Dalam heningnya malam ku merenung. Karena ternyata dy telah begitu menyesatkanku dalam kerumitan labirin cintanya. Membuatku tak mampu untuk menemukan arah tuk kembali. Kembali tersenyum seperti sedia kala. Ketika dirinya belum hadir dalam hidupku.

Hanya saja ternyata dirinya menjeratku begitu kuat. Hingga kusadari bahwa aku tak mampu hidup tanpanya, Menyadari bahwa marahku tak kulampiaskan padanya. Karena sesakit apapun yang dy lakukan padaku, aku tetap mencintainya. Dan bagiku, bersamanya jauh lebih berarti. Karena tanpanya, aku hanyalah butiran debu yang tak tau harus kemana.

4 responses

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s