ULTRASONIC BLOOD PRESSURE MEASUREMENT

Ultrasonic Blood Pressure Measurement adalah alat untuk mengukur tekanan darah dengan menggunakan tranducer ultrasonic. Alat ini hamper sama dengan sphygmomanometer manual. Hanya saja pada alat ini sudah bekerja secara digital. Pada generasi yang pertama, Ultrasonic blood pressure measurement ini masih menggunakan tabung air raksa sebagai salah parameter pengukurannya. Hanya saja tidak lagi menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi korotkoffnya. Melainkan langsung dari audio output yang tersedia.

1

Blok diagram sistem ultrasonik

Sesuai dengan blok diagram di atas, kerja alat ini dimulai ketika tranducer ultrasonic memancarkan gelombang dengan frekuensi sebesar 8MHz ke dalam tubuh di lengan bagian atas dekat siku. Hal ini menyebabkan terjadinya efek Doppler disetiap satu siklus aliran darah. Ketika pulsa dari tekanan pada arteri meningkat dari pada tekanan pada manset, range frekuensi pertama yang terukur adalah antara 200-500 Hz. Tetapi ketika tekanan pada arteri kembali ke fase diastol, darah kembali mengalir ke jantung, maka tekanan di arteri akan lebih kecil daripada tekanan pada manset. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya frekuensi Doppler menjadi sekitar 25-100 Hz.

Ketika tekanan darah itu diukur, tekanan manset bisa dikencangkan hingga mencapai nilai yang tepat. Tekanan sistolik diindikasikan oleh frekuensi permulaan yang tinggi pada Doppler. Tetapi sebagaimana tekanan manset menurun selama fase sistole, dapat terjadinya dua kejadian yaitu terukurnya frekuensi tinggi dan frekuensi rendah menjadi saling tidak berkaitan satu sama lain, sampai tekanan manset turun ketika fase diastole terjadi.

Pada titik itu, komponen frekuensi yang rendah menandakan kejadian penutupan katup yang bertepatan dengan kenaikan frekuensi yang terjadi pada siklus jantung berikutnya. Pada pengukuran tekanan darah secara manual, kejadian ini dideteksi dengan memanfaatkan prinsip loudspeaker. Pada operator menggunakan peralatan seperti stetoskop, bunyi ultrasonik dianalogikan sebagai bunyi Korotkoff pada Spygmomanometer.

Prinsip kerja pada pengukuran tekanan darah adalah terjadinya perubahan frekuensi karena gelombang ultrasonik menembus suatu jaringan dengan memanfaatkan efek Doppler. Perbedaan frekuensi yang ditangkap oleh tranducer pada manset akan menunjukkan tekanan darah. Ketika awal tranducer memancarkan gelombang ultrasonik, tranducer berperan sebagai transmitter. Kemudian setelah gelombang ultrasonik mengenai jaringan dan memantul akan ditangkap oleh transducer sehingga transducer berfungsi sebagai receiver. Perbedaan frekuensi tersebut kemudian ditampilkan dalam manometer raksa sebagai tekanan darah.

Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa alat ultrasonic blood pressure measurement ini terdiri atas tiga bagian yaitu Subsistem pneumatic, sistem kontrol, dan bagian ultrasonik. Dimana bagian ultrasionik sudah di jelaskan di beberapa paragraph di atas. Subsistem pneumatic disini berperan untuk mengetahui tekanan darah dengan mengikuti alur tranducer ultrasonic dan memanfaatkan data yang di dapat untuk diperlihatkan dalam bentuk angka di skala tabung air raksa. Sedangkan system control adalah pusat operasional dari alat karena berfungsi untuk mengontrol kerja bagian ultrasonic dan subsistem pneumatic agar mampu bekerja secara bersamaan.

Sistem pneumatic

Sistem pneumatic

Adapun mekanisme kerja dari system diagram ini adalah :

1. Pompa dibuka dan manset dipasangkan dan level kekencangannya diatur dengan pengatur tekanan manset pada front panel.

2. Katup darah (V1) dibuka untuk membiarkan tekanan manset secara perlahan mengalami deflasi. Sementara bagian ultrasonik berguna untuk mendeteksi suara dengan frekuensi tinggi yang mengindikasikan tekanan sistolik.

3. Ketika tekanan manset dikencangkan untuk mengukur tekanan sistolik, sirkuit elektronik akan menerima suara dengan frekuensi yang tinggi. Dan saat ini terjadi, katup jantung sistolik (V2) tertutup.Menyebabkan manometer sistolik kembali ke nilai tekanan sistolik yang semula.

4. Ketika tekanan pada manset diturunkan akan terjadi diastolik untuk mengontrol katup system tertutup (V3). Dan kondisi tekanan diastolik akan tetap dipertahankan.

5. Mengikuti penentuan tekanan diastolik, system control membuka katup (V4) untuk melonggarkan manset.

Hasil suara yang diperoleh oleh system ultrasonic dan hasil pembacaan skala yang diperoleh dari system pneumatic inilah yang merupakan hasil akhir dari pengukuran tekanan darah. Namun ternyata dengan menggunakan ultrasonic blood pressure measurementpun masih ada peluang kegagalan yakni :

  1. Ketidakmampuan pengguna untuk mendengar secara akurat dan merekam kesesuaiantekanan secara akurat(noise lingkungan).
  2. Manset yang ukurannya tidak cocok untuk semua pasien.
  3. Kesehatan pasien, dibutuhkan perfusi anggota badan yang sehat.

Berikut ini adalah contoh ultrasonic blood pressure measurement yang telah dikembangkan. Hasil yang ditunjukkan  berupa data digital dengan sensor yang sama dengan fetal Doppler. Keunggulan dari generasi sebelumnya adalah posisi yang akan diukur tidak terbatas, karena pada generasi sebelumnya penggunaan manset yang terbatas pada lengan dan kaki. Hal itu yang dibatasi pada ukuran lengan dan kaki yang sesuai dengan manset.

Ultrasonik blood pressure measurement generasi terbaru

Ultrasonik blood pressure measurement generasi terbaru

8 responses

  1. mbak, kebetulan saya lg ada proyek elektro medis yaitu mengukur kedalaman suatu organ menggunakan prinsip efek doppler

    klo boleh tau tranduser yang mbak pakai tipe apa dan dimana tempat belinya?
    saya juga lg nyari tranduser ultrasonik > 5MHz

    makasih mbak

    • wah kebetulan saya juga sedang mencari traducer ultrasoudn tapi belum nemu juga… :3
      ini kami dalam masa pencarian karena yang kami tau adanya traducer ultrasound yang sudah seperangkat dengan alatnya dan harganya cukup makahl.
      kalo di atas 5MHz bukannya semakin banyak frekuensi yang diserap oleh tulang ya mas??? :O

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s