LAPORAN PRAKTIKUM KEKUATAN OTOT

PRAKTIKUM KEKUATAN OTOT

I.            PENDAHULUAN

Kekuatan otot merupakan salah satu variable penting dalam pemeriksaan dan evaluasi kebugaran fisik. Kekuatan otot dipengaruhi oleh factor rangsangan saraf, besar recruitment, peregangan, dan jenis atau tipe jaringan otot itu sendiri. Otot yang sering diperiksa sebagai sampel kekuatan otot adalah otot kaki atau tungkai dan otot tersebut menyebabkan timbulnya gangguan medis, seperti osteorayhitis, kifosis, skoliosis dan lordosis punggung.

II.            TUJUAN

Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat :

  1. Melakukan pemeriksaan kekuatan otot
    1. Kaki            : quadriceps femoris, gatrocnemius dan hamstring
    2. Punggung   : trapezius dan paraspinalis
    3. Tangan        : Manum digitorum
    4. Mengamati pengaruh peregangan terhadap kekuatan otot
    5. Mengamati pengaruh repetisi terhadap kekuatan otot

III.            LANDASAN TEORI

Strenght adalah kemampuan suatu otot atau sekelompok otot untuk menghasilkan ketegangan atau gaya selama usaha maksimal, baik secara dinamik maupun statik. Pengukuran strength dengan menggunakan MMT, Dinamometer dan Sphygmomanometer.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan otot normal :

  1. Ukuran diameter otot
  2. Ukuran ketegangan pada saat kontraksi
  3. Banyaknyamotor unit
  4. Tipe kontraksi otot
  5. Tipe serabut otot
  6. Simpanan energi dan suplai darah
  7. Kecepatan kontraksi
  8. Motivasi orang yang bersangkutan

KEKUATAN OTOT PUNGGUNG

Otot punggung memiliki peranan yang sangat besar dalam aktivitas sehari-hari. Gerakan-gerakan seperti saat tarik tambang, mengemudi, menimba air, berenang, membuka pintu, dan memanjat memerlukan bantuan otot punggung. Dalam olahraga, otot punggung yang kuat dan terlatih baik akan mendukung performa dalam cabang berenang (mengayuh), judo (menarik), bilyar (mencondongkang tubuh), golg (mengayun), dayung, selancar, hingga panjat tebing dan gulat.

Otot punggung yang lemah menggambarkan potensi cedera yang tinggi, karena otot punggung adalah salah satu otot penyangga tubuh yang berada di pusat tubuh manusia. Bersamaan dengan otot-otot yang menyelimuti perut, otot punggung termasuk dalam kategori core muscle atau otot pusat tubuh. Sakit pinggang yang diderita oleh banyak orang adalah pertanda otot punggung yang lemah. Banyak orang yang sakit pinggang justru menghindari melakukan latihan punggung dengan alasan takut cedera. Hal yang sebaliknya justru terjadi, di mana latihan punggung dengan beban justru membantu meningkatkan kekuatan otot punggung sehingga rasa sakit tersebut bisa dihilangkan atau diminimalisir.

KEKUATAN OTOT TANGAN

Kekuatan genggaman tangan memerlukan kombinasi aksi dari sejumlah otot tangan dan lengan bawah, dan aksi ini sangat penting untuk banyak aktivitas sehari-hari. Kekuatan genggaman tangan adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam pengukuran kekuatan ekstremitas atas. Kekuatan genggaman tangan merupakan suatu indikator status nutrisi yang sangat berguna, khususnya saat pengukuran antropometri gagal membedakan seseorang undernourished dari underweight. Kekuatan otot genggaman tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani, maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya. Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght Dynamometer atau Hand Dynamometer. Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg ).

Pengukuran dilakukan pada posisi berdiri dengan kaki kiri maju, tangan kanan menyilang perut. Setelah dijelaskan subyek kemudian menarik pegas dynamometer sekuat yang bisa dilakukan dalam beberapa detik kemudian dilepaskan. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali, dan nilai tertinggi yang digunakan dalam analisis.

Adanya perbedaan kekuatan genggaman tangan antara laki-laki dan perempuan dapat dijelaskan oleh besarnya perbedaan massa otot antara laki-laki dan perempuan. Perempuan secara signifikan memiliki kekuatan yang lebih rendah per cm2 luas otot lengan.

DAYA LEDAK OTOT

Berikut adalah berbagai definisi dari daya ledak otot berdasarkan literature yang berbeda-beda:

  • Daya ledak merupakan suatu unsur diantara unsur-unsur komponen kondisi fisik yaitu kemampuan biomotorik manusia, yang dapat ditingkatkan sampai batas-batas tertentu dengan melakukan latihan-latihan tertentu yang sesuai.
  • Daya ledak adalah suatu kemampuan seorang atlet untuk mengatasi suatu hambatan dengan kecepatan kontraksi yang tinggi. Daya ledak ini diperlukan di beberapa gerakan asiklis, misalnya pada atlet seperti melempar, tendangan tinggi atau tendangan jauh (Harre,1982:16). Lebih lanjut dikatakan bahwa daya ledak adalah kemampuan olahragawan untuk mengatasi tahanan dengan suatu kecepatan kontraksi tinggi (Harre, 1982:102).
  • Daya ledak ialah kombinasi dari kecepatan maksimal dan kekuatan maksimal. Daya ledak ini harus ditunjukkan oleh perpindahan tubuh (dalam tendangan jauh) atau benda (peluru yang ditolakkan) melintasi udara, dimana otot-otot harus mengeluarkan kekuatan dengan kecepatan yang tinggi, agar dapat membawa tubuh atau obyek pada saat pelaksanaan gerak untuk dapat mencapai suatu jarak (Janssen,1983:167).
  • Daya ledak ialah kemampuan sebuah otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kekuatan dan kecepatan tinggi dalam satu gerakan yang utuh (Suharno HP, 1984:11). Daya ledak atau explosive power adalah kemampuan otot atau sekelompok otot seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya atau sesingkat-singkatnya. Unjuk kerja kekuatan maksimal yang dilakukan dalam waktu singkat ini tercermin seperti dalam aktivitas tendangan tinggi, tolak peluru, serta gerak lain yang bersifat eksplosif.
  • Daya ledak merupakan hasil perpaduan dari kekuatan dan kecepatan pada kontraksi otot (Bompa,1983:231; Fox,1988:144 ). Daya ledak merupakan salah satu dari komponen gerak yang sangat penting untuk melakukan aktivitas yang sangat berat karena dapat menentukan seberapa kuat orang memukul, seberapa jauh seseorang dapat melempar, seberapa cepat seseorang dapat berlari dan lainnya.
  • Radcliffe dan Farentinos (1985:1-33) menyatakan bahwa daya ledak adalah faktor utama dalam pelaksanaan segala macam ketrampilan gerak dalam berbagai cabang olahraga. Berdasar pada definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dua unsur penting yang menentukan kualitas daya ledak adalah kekuatan dan kecepatan.

Upaya dalam meningkatkan unsur daya ledak dapat dilakukan dengan cara :

      meningkatkan kekuatan tanpa mengabaikan kecepatan atau menitik beratkan pada kekuatan

      meningkatkan kecepatan tanpa mengabaikan kekuatan atau menitik beratkan pada kecepatan

      meningkatkan kedua-duanya sekaligus, kekuatan dan kecepatan dilatih secara simultan (Jessen, Schultz dan Bangertes, 1984 : 17).

Latihan kombinasi antara kekuatan dan kecepatan merupakan latihan untuk meningkatkan kualitas kondisi fisik dengan tujuan utama meningkatkan daya ledak. Latihan tersebut memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap nilai dinamis jika dibandingkan dengan latihan kekuatan saja. Adapun dalam mengembangkan daya ledak, beban latihan tidak boleh terlalu berat sehingga gerakan yang dilakukan dapat berlangsung cepat dan frekuensinya banyak (Pyke, 1980:75 ).

Berdasar pada beberapa pendapat para ahli tersebut, dapat ditarik suatu pengertian bahwa daya ledak otot tungkai adalah suatu kemampuan otot tungkai untuk melakukan aktivitas secara cepat dan kuat untuk menghasilkan tenaga.

IV.            ALAT

Alat yang di gunakan pada praktikum kali ini adalah :

  1. Back and leg dynamometri
  2. Grip dynamometri
  3. Jangka sudut ROM

 

Laporan lengkap bisa di download : Laporan Kekuatan Otot

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s