ELECTROMYOGRAPHY

Semester 5 FINISHHHHHHHHHH…πŸ˜€ Luega banget rasanya semester ini udah terlewati… Pasti pada heran kan??? Soalnya buatku ini semester yang paling bikin jenuh meskinpun mata kuliahnya asik banget. Mungkin karena jadwal yang acak – acakan dan juga materi yang lumayan bikin otak mendidih kali ya… Hehe

Sekarang tinggal nunggu nilai yang akan satu persatu keluar. Rasanya tuh deg deg serrrr… :3 teng tong! Oke back to topic. Kali ini aku pengen banget cerita tentang salah satu alat yang aku ubek – ubek cukup banyak di satu semester ini. Yap elektromiograf atau alat untuk mengukur kelistrikan pada otot. Mungkin semua yang ada disini pada bingung, ngapain otot pake di ukur ukur segala??? Ini penting temanπŸ™‚ untuk mengetahui peristiwa kelistrikan pada tubuh, dan salah satunya adalah pada otot. EMG ini bisa digunakan di Medical Research, Rehabilitation, Ergonomics maupun Sport science.

Mesin ELECTROMYOGRAPHY

Mesin ELECTROMYOGRAPHY

EMG ini aku dapet secara teori dan juga praktik. Makanya terasa pas!πŸ˜€ Di mata kuliah Sistem intrumentasi Medis aku dapet teorinya dan di Praktikum Elektronika medis aku belajar ngebuat rancang bangun EMGnya. Buat EMGnya masih yang sederhana sih…πŸ™‚ Masih belum merancang EMG yang utuh. Hanya bagaimana merancang penguatan sinyal, pemfilteran sinyal dan pengkondisian sinyal agar sinyal yang sudah disadap oleh alat bisa terbaca.

Jadi nanti yang akan di ukur adalah sinyal listrik yang ada di otot. Adapun otot yang mau ukur bisa otot bagian mana saja. Output dari pengukuran ini adalah sebuah sinyal yang bersifat random. Sinyal ini dikatakan bersifat random karena sinyal listrik yang di dapat merupakan penjumlahan sinyal yang ada di ratusan fiber otot.

Output sinyal EMG yang bersifat random

Output sinyal EMG yang bersifat random

Cara pengukuran EMG ini ada 2 macam, yakni dengan menggunakan Electrode indwelling atau surface. Electroda indwelling disini adalah elektroda yang disisipkan ke dalam otot yang akan diperiksa. Jadi masuk ke dalam tubuh seperti jarum gitu. Karenanya penggunaan elektrode indwelling ini membutuhkan tenaga ahli (dokter.red). Elektrode indwelling ini lebih sensitif dan hanya mengalami sedikit cross talk, meskipun demikian pengukuran dengan elektrode ini tidak mampu mengcover keseluruhan otot. Adapun elektrode surface itu bentuknya sama seperti elektrode yang di pake di EKG, jadi mudah digunakan, sekali pakai, tidak perlu tenaga ahli (doter.red). Namu penggunaan elektrode surface ini juga punya kelemahan, seperti terjadinya cross talk yang cukup besar dan sadapan yang dilakukan hanya di permukaannya saja.

Jenis elektroda indwelling

Jenis elektroda indwelling

Jenis elektroda surface

Jenis elektroda surface

Pemasangan elektroda ini ada 2 jenis juga, yakni secara unipolar dan bipolar. Secara unipolar perekaman EMG dilakukan dengan 1 elektroda dipasang pada otot yang akan di ukur dan dibandingkan dengan elektroda lain yang di letakkan di otot yang minim gerakan sebagai referensi. Sedangkan yang bipolar 2 elektroda yang aktif diletakkan secara berdekatan di otot yang akan di ukur dan di bandingkan dengan kodisi di ground.

Gambar A untuk pemasangan elektroda secara unipolar.Gambar B untuk pemasangan elektroda secara bipolar.

Gambar A untuk pemasangan elektroda secara unipolar.
Gambar B untuk pemasangan elektroda secara bipolar.

Adapun skema rangkaian hasil rancang bangun EMG pada praktikum Elektronika Medis adalah sebagai berikut :

Skema EMG menggunakan EAGLE

Skema EMG menggunakan EAGLE (Gak rapi nih.. maaf ya..πŸ™‚ itu hasil kerja bersama dalam 1 kelompok. eh dua kelompok ding. Kita ngerjainnya bareng2πŸ˜€ )

Ini board hasil dari skema di EAGLE tadi. Siap di print, setrika, cuci, bor, solder, jadi deh... :D (enak banget deh sekarang ngomongnya... -_-)

Ini board hasil dari skema di EAGLE tadi. Siap di print, setrika, cuci, bor, solder, jadi deh…πŸ˜€ (enak banget deh sekarang ngomongnya… -_-)

Pauz minta maaf nih sebelumnya karena gak bisa upload hasil rangkaian jadinya. Rangkaiannya keburu dikumpulin dan belom sempet di foto…πŸ™‚ Rancang bangun EMG ini terdiri dari pre amplifier, HPF, LPF, dan notch Filter. Power supply yang digunakan adalah + 5 dan – 5 volt.

Untuk kali ini, segitu dulu aja deh ceritanya,,,πŸ™‚ semoga setelah baca ini dapet pengetahuan baru meskipun gak banyak… aamiin…πŸ™‚

11 responses

    • Ini memng mumet mbak… >.< Tapi entah kenapa saya suka… :3
      Tenang – tenang… ini masih part 1 kok…. postingan saya selama liburan kali ini gak akan jauh2 dari alat medis…πŸ˜€
      Masih liburan mbak… jadi belom semester 6…πŸ˜€
      makasih mbak semangadhnya :*

    • Iya mas… ilmunya suangar… :3 padahal EMG, ECG, sama EEG ini katanya masih alat yang gampang banget lho… :3
      Katanya yang lebih sulit itu kalo udah di bagian CT scan… >.<

    • aaahhh… maaf baru sempet buka >.<
      aku kirim gambar rangkaian yang di multisim ya…πŸ™‚ disitu ada komponen apa aja yang dipake sama berapa besarnya…πŸ™‚
      selamat mencoba…πŸ™‚

  1. menarik banget mbak, kebetulan ini aku lagi research buat tugas akhir tentang grasp recognizing through EMG signal. boleh minta cp nya mbak mau sedikit tanya tanya gitu hehe.
    terima kasih

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s