SEKILAS SISTEM CERDAS

Review kuliah pertama Sistem Cerdas

Senin, 4 Maret 2013 pukul 10.40 – 12. 20

 

Semester 6 ini, ada 2 mata kuliah yang kembali meminta semua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut untuk rutin memposting materi di grup setiap minggunya. Hal ini kembali membuat saya harus kembali ‘berpoligami’ antara blog kampus dengan wordpress setelah 1 semester kemarin saya full mengelola wordpress…😀

Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang system cerdas setelah senin lalu mengikuti kuliah perdana di DSI Rektorat lantai 2. Kuliah ini bener – bener istimewa deh, bukan hanya karena tempat kuliah yang tidak memakai ruang kuliah di FST, melainkan juga karena kuliah yang satu ini adalah ‘kuliah yang menembus ruang dan waktu…😀

Mungkin sudah banyak yang sering mendengar kata system cerdas. Namun, sekalipun sering mendengar, terkadang orang tersebut masih bingung tentang apa system cerdas itu sebenarnya. Nah, sebenarnya sistem cerdas adalah sebuah kecerdasan yang dibuat manusia pada suatu alat atau mesin. Sistem cerdas dibuat dengan tujuan untuk memudahkan manusia. Misalnya saja lengan bionic yang digunakan untuk pengganti lengan pada manusia yang tangannya harus di amputasi. Adanya lengan bionik ini memudahkan manusia yang bersangkutan untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya tidak dapat dilakukan sendiri setelah tangannya di amputasi.

Nah sekarang sudah ada gambaran sedikit kan tentang apa itu system cerdas???🙂 Oke, masuk materi selanjutnya😀 Pada system cerdas ini, ada system yang linier da nada yang non linier. Suatu system dikatakan sebagai system yang linier apabila system tersebut memiliki model persamaan yang linier dan menerapkan prinsip superposisi. Maksud dari prinsip superposisi ini menurut Kartika Sekar Sari, S.T, M.T, dosen UMB adalah dimana respon yang dihasilkan oleh penggunaan secara serentak dua buah fungsi penggerak yang berbeda adalah sama dengan jumlah dari dua buah respon individualnya. Sedangkan untuk system non linier adalah system yang dinyatakan dengan persamaan non linier dan tidak dapat menerapkan prinsip superposisi.

Lalu kapan kita akan membutuhkan sebuah system yang linier? Kapan pula kita akan membutuhkan system yang non linier??? Sistem non linier adalah system yang digunakan ketika sebuah system linier tidak bisa digunakan ataupun ‘dipaksakan’ untuk digunakan. Jadi selama kita bisa menggunakan system linier, maka yang akan kita gunakan adalah system linier. Namun apabila sebuah system linier tersebut sudah tidak memungkinkan untuk digunakan lagi, maka kita harus menggunakan system non linier. Selain itu, system linier ini dikenal ‘saklek’ alias tidak punya batas toleransi, sedangkan system non linier mempunya batas toleransi. Bisa kurang dari, lebih dari, hamper, kurang sedikit, lebih sedikit.

Contoh dari sebuah system yang non linier adalah game catur dimana untuk membuat game tersebut dibutuhkan banyak kemungkinan yang ada sehingga waktu yang dibutuhkan akan sangat lama apabila menggunakan system linier. Selain game catur, contoh lain yang saat ini dikembangkan adalah sidik jadi, analisa wajah dan mobil yang bisa menyetir sendiri.

2 responses

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s