ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN)

Minggu lalu saya sedikit bercerita tentang kecerdasan buatan atau yang biasa disebut dengan Artificial Intelegence. Minggu ini saya ingin bercerita tentang Jaringan Syaraf Tiruan (JST) atau yang biasa disebut Artificial Neural Network (ANN).

Jaringan syaraf tiruan ini merupakan salah satu cabang dari kecerdasan buatandan merupakan program non linier. Prinsip dari jaringan syaraf tiruan ini sesuai dengan namanya, yakni meniru cara kerja otak makhluk hidup. Dengan meniru kerja otak tersebut jaringan syaraf tiruan ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan masalah dibandingkan dengan sebuah sistem yang konvensional. Pada umumnya computer konvensional yang ada menggunakan algoritma. Dengan algoritma ini, apabila user memberi perintah yang tidak ada dalam computer tersebut, maka computer itu tidak akan bisa memecahkan suatu masalah yang ada. Berbeda dengan jaringan syaraf tiruan yang mampu melakukan pendekatan – pendekatan hingga taraf tersentu sehingga apapu perintah yang diberikan, suatu masalah tersebut bisa tetap di pecahkan.

Meskipun demikian, bukan berarti ada persaingan antara jaringan syaraf tiruan dengan computer konvensional, melainkan saling melengkapi. Karena ada suatu permasalahan yang tetap lebih nyaman dan praktis jika menggunakan computer konvensional. Terlebih lagi pada suatu kegiatan yang besar, sistem yang diperlukan biasanya menggunakan kombinasi antara keduanya (misalnya sebuah komputer konvensional digunakan untuk mengontrol Jaringan Syaraf Tiruan untuk menghasilkan efisiensi yang maksimal). Jaringan Syaraf Tiruan tidak memberikan suatu keajaiban akan tetapi jika digunakan secara tepat akan menghasilkan sasuatu hasil yang luarbiasa.

Model dari jaringan syaraf tiruan juga mengacu berdasakan model syaraf manusia. Jadi syaraf tiruan ini akan menerima input (baik dari data yang dimasukkan atau dari output sel syaraf pada jaringan syaraf). Setiap input ini datang melalui suatu koneksi yang mempunyai sebuah bobot (weight). Adapun sel syarafnya mempunyai sebuah nilai ambang. Jumlah bobot dari input dan dikurangi dengan nilai ambang tersebut sehingga akan mendapatkan suatu aktivasi dari sel syaraf. Sinyal aktivasi ini kemudian menjadi fungsi aktivasi / fungsi transfer (TF) untuk menghasilkan output dari sel syaraf.

Diagram blok fungsi ANN

Diagram blok fungsi ANN

Sampai disini mungkin aka nada yang bertanya – tanya. Lalu bagaimana sel syaraf ini akan saling berhubungan? Apakah menggunakan cara yang sama seperti sel syaraf pada manusia juga? Nah saya akan sdikit menjelaskannya. Jika suatu jaringan ingin digunakan untuk berbagai keperluan maka jaringan ini harus memiliki input dan output. Input dan output ini harus sesuai dengan sensor dan syaraf motorik yang ada. Dalam hal ini terdapat sel syaraf atau neuron pada lapisan tersembunyi berperan pada jaringan ini. Input, lapisan tersembunyi dan output sel syaraf diperlukan untuk saling terhubung satu sama lain.

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s