Agustus 2014

Cinta. Sebuah bahasan yang tak kan pernah habis seiring berlalunya waktu. Ia terus tumbuh, berkembang dan tak pernah bosan untuk tercipta. Ada begitu banyak cinta di dunia ini. Cinta seorang hamba kepada Tuhannya, cinta seorang anak kepada orang tuanya, cinta orang tua kepada anaknya, cinta seorang adik kepada kakaknya, dan berbagai macam cinta lainnya termasuk cinta seorang perempuan pada lelakinya. Aaaah… yang terakhir ini seakan selalu menggelora di setiap titik kehidupan yang ada. Seakan tak pernah lelah untuk diceritakan, tak pernah jenuh untuk diperdengarkan dan tak kan pernah mati sampai kapanpun.🙂 Bagi saya, cinta kepada lawan jenis selalu tabu untuk di bicarakan, terlebih untuk di ungkapkan. Entahlah. Mungkin karena saya adalah makhluk  kuno yang tinggal di era millennium :3

Saya bukan makhluk anti cinta yang bisa dengan mudahnya mematikan hati saya demi menunggu seseorang di masa depan untuk halal  saya cintai. Saya pernah jatuh cinta begitu dalam hingga rasanya begitu membuat saya bahagia sekaligus menyakitkan. Bahagia karena ternyata ada seseorang yang kepadanya kau gantungkan harapan, cita – cita dan cintamu untuk masa depan kalian. Menyakitkan karena kalian merasakan ini ketika belum tiba saatnya untuk menumbuhkembangkan rasa ini. Lebih menyakitkan ketika kamu menyadari bahwa ternyata rencana indah yang Allah susun berbeda dengan rencana indah yang kau susun. Ketika itu terjadi, mungkin akan sulit bagimu untuk melihat bahwa selalu ada makna yang berari dari setiap kejadian yang menimpa hidupmu. Begitupun dengan saya. Butuh waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa Allah memiliki rencana yang jauh lebih indah untuk saya meski hingga kini belum  sayaketahui apa yang Allah rencanakan itu. Bahkan ketika itu terjadi, saya merasa bahwa saya tak akan pernah merasakan lagi seperti apa jatuh cinta itu. Karena saya merasa dia telah membawa hati saya jauh – jauh (kalo saya mikir ini sekarang, rasanya saya makhluk paling lebay, tidak bersyukur dan lain sebagainya), merasa bahwa kehilangannya adalah kiamat bagi saya. Padahal nyatanya sampai sekarang saya masih bisa tetap hidup dan tersenyum lebar meskipun tanpa dirinya disamping saya.🙂 Semuanya hanya karena terbiasa dan bagaimana cara kita mengelola hati. Yakin bahwa apa yang ada dalam hidup kita adalah yang terbaik dan kita patut mensyukurinya. Oke, lalu apa hubungan paragraph pertama dengan kedua? Gak ada. Saya Cuma curcol aja -_- kebiasaan cerita melantur kemana – mana.

Dilihat dari panjangnya paragraph dua tadi, ada satu kalimat yang ingin saya bahas disini yaitu kalimat yang di bold berwana merah. Kalau ada yang pernah atau bahkan sedang memiliki pikiran yang sama dengan kalimat tersebut, mending cabut aja deh kata – katanya. Karena pada akhirnya, kita akan sadar bahwa yang membolak – balikkan hati itu bukan kita melainkan Allah. Mungkin sekarang kita akan bilang dengan lantang “saya cinta A” tapi siapa yang bisa menyalahkan kalau pada menit berikutnya Allah menggerakkan hatimu untuk mencintai B? Mungkin detik ini kamu bilang “saya gak bisa move on dari C” tapi bagaimana kalau pada detik berikutnya Allah menggerakkan hatimu untuk mencintai D? Mungkin tidak akan secepat itu, mungkin akan butuh proses dan juga memakan waktu beberapa lama, tapi yakinlah bahwa apa yang ada di hati ini hanya karena Allah yang memberikannya kepada kita. Jangan terlalu bangga, bahagia, tsayat ataupun kecewa dengan semua hal yang berkaitan dengan hati, karena kita tidak akan pernah tau kearah mana Allah akan menggerakkan hati kita.

Saya masih bisa mengingat, hanya beberapa orang yang dulunya tau mengenai kisah kami hingga akhirnya kegalauan dan kelabilan membuat saya membukanya di depan publik -_- dan kemudian, ternyata semua tulisan ini lebih mampu untuk menginspirasi dan memotivasi saya untuk menjadi lebih baik. Membuat saya menyadari betapa Allah menyayangi saya dan mendewasakan saya dengan caraNya yang indah.🙂 Alhamdulillah… Lalu, apa kabarnya hati saya kini? Biarlah saya dan Allah yang tau. Biarlah Allah terus menjaga hati ini hingga nantinya bertemu dengan seseorang yang tepat.🙂

Mungkin ini adalah tulisan terakhir tentang Sang Bintang. Bukan karena sudah melupakan, tapi karena rasanya gak baik nulis hal – hal berbau galau padahal itu sudah berlalu😀 Dia adalah sahabat yang akan selalu hidup di hati dan kenangan saya. Dan untuk sahabat saya ini, saya ucapkan terimakasih karena telah menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan diri saya…🙂 dan maaf karena ternyata butuh waktu begitu lama untuk kembali tersenyum dan menepati janji untuk tetap baik – baik saja. Sekarang, aku bisa mengenangmu dengan senyuman🙂 btw, selamat ulang tahun yang ke – 23 Mas…

*Pauz akhirnya kembali pada peradaban blog setelah sekian lama mengarungi birunya laut… :3 ceritanya ini cuma curhatan gak jelas untuk membuang segala lelah dan jenuh setelah berkubang dengan tetek bengek skripsi, TOEFL, dan persyaratan kelulusan lainnya. Dan akhirnya, sekarang saya menjadi pengangguran:/ sedih rasanya…

 

 

 

**Apa Komentarmu???** ^o^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s