Aku dan Sistur. Sepenggal Cerita di Penghujung Semester 7

Pernah gak kamu merasa gak puas dengan nilai yang kamu dapet? Padahal usahamu uda mentok dan merasa bakal dapet yang lebih baik dari itu. Aku pernah beberapa kali. Ketika nilai – nilai yang kuharapkan bisa lebih dari itu ternyata malah memburuk. Bahkan semester ini aku mengalami itu kembali di mata kuliah Biokomp. Kurang 0.6 untuk mendapatkan point A. Aku sedih? Iya. Aku kecewa? Iya. Tapi ternyata itu belum apa – apa. Toh aku masih bisa menerima nilai itu. Aku cuma shock sesaat lalu kembali seperti biasa.

Malam ini, aku kembali dikejutkan dengan nilai sistem pengaturan. Begitu liat huruf yang tertera, aku kecewa. But it’s okay. No problem. Selama ini, aku belum terlalu mempermasalahkan nilai sih. Biasanya memang lebih kutekankan pada point – pointnya. Seperti biasa, aku cek itu nilai tiap point nya. Entah kenapa kali ini terasa berbeda. Ada sesal yang menelusup di dada. Ada kecewa yang membuncah di hati. Bukan karena nilai. Bukan. Tapi lebih karena usahaku yang tidak maksimal setelah UTS. Juga kesadaran bahwa semester ini aku tidak adil. Betapa aku terlalu mementingkan proposal dibanding kuliah. Dan sistur ini berhasil menamparku :’)

Selama 3.5 tahun berkuliah, untuk pertama kalinya aku menangis karena masalah nilai. Dan ini SISTUR. Mata kuliah pilihan dan hanya 2 sks. Bukan 3 sks seperti beberapa mata kuliah penting lainnya. Bahkan semester 2 dulu ketika nilaiku terjun bebas, aku tidak menangis. Aaah… sistur ini memang sukanya bikin orang galau kok… :’) Tapi bukan sistur sih namanya kalo gak bikin aku galau. Hihihihi

Kembali aku melihat 3 point nilai yang tertera, ada sedikit senyum yang tercipta. Karena akhirnya, setelah 3 kali mengikuti mata kuliah yang di ampu dosen tersebut, aku bisa membuktikan bahwa nilaiku tidak hanya berkisar di sektor angka yang sama seperti sebelum – sebelumnya.

Meskipun aku juga masih belum memahami kenapa nilai di point 3 sebegitu berbedanya dengan nilai di point 1. Aaah… tiap dosen pasti memiliki pola pikir yang berbeda. Dan mungkin aku belum bisa memberikan point yang di inginkan oleh dosen tersebut. It’s okay.

Satu perenungan malam ini, kalo kamu memang interest sama kuliah itu, lakukan yang terbaik yang kamu bisa sampai akhir. Seperti apapun keadaannya. Ya, penyesalan ini karena aku tidak mengusahakan yang terbaik sampai akhir. Aku memilih untuk menenggelamkan diriku dalam pikiran ‘aku jenuh’ tanpa berfikir ‘ini lho saatnya mengembangkan ilmumu’.

Yaaak… renungan selesai :3 Semoga nilai yang belum keluar hasilnya bagus dan semester 8 nanti HARUS lebih baik lagi. 🙂 Semangat Pauz!!!

= Aku dan Sistur. Sepenggal Cerita di Penghujung Semester 7=

Dear ALLAH, Thanks for everything 🙂 I love you

Iklan

SEMESTER 6 KU

166325_192605750766905_100000524453181_634745_4391164_n

Kalo kemarin semester 5 kunamakan sebagai semester mumet, maka semester 6 ini kuberi julukan sebagai semester GILA! Bagaimana tidak, aku bahkan tidak menikmati liburan semester ini karena PKL (praktek kerja lapangan) sebulan penuh. Dilanjutkan minggu pertama kuliah yang langsung masuk ke materi inti. Padahal semester sebelumnya minggu pertama itu adalah kontrak kuliah. OMG!

Tapi dibalik semua itu, ada alas an utama mengapa aku mengatakan semester ini adalah semester GILA! Ada sedikitnya 6 alasan utama yang tidak bisa ku publish di sosmed ini. Bukan apa – apa. Hanya malu saja. Hehe

Baiklah… setelah semester kemarin aku berhasil menjalani 1 semester sebagai anak Instrumentasi medis dengan hasil yang Alhamdulillah cukup memuaskan, semester ini aku menaikkan targetku menjadi sedikit tidak normal, terlebih ketika memutuskan untuk mengambil 24 SKS penuh untuk semester ini. Hal ini karena aku memprogram KKN yang rencana awalnya baru akan kuprogram semester 7 nanti. Selain KKN aku juga mengulang mata kuliah kalkulus yang nilainya hancur lebur di semester dua. Sebenarnya aku juga HARUS mengulang Fisika 2 dan Kimdas 2, namun karena terbatasnya SKS dan kemumetan yang sudah sangat menumpuk, aku berniat untuk mengulang kedua mata kuliah itu di semester 8 ketika tanggunganku tersisa 6 SKS untuk skripsi.

10 hari berlalunya masa perkuliahan ini memperlihatkan gambaran umum padaku tentang kesibukan yang akan kujalani selama 1 semester ke depan (atau bahkan 3 semester ke depan??? -____-) Semester ini aku mengambil 7 mata kuliah, 2 praktikum, PKL dan KKN. Rinciannya adalah :

ü  Instrumentasi Biomedis (3 SKS)

Ini lanjutan dari mata kuliah elektronika medis (elmed) dan sistem instrumentasi medis (sim) yang ada di semester 5. Kalo di elmed, lebih kearah rangkaian dalam alat sedangkan di sim lebih kepada blok blok yang ada tiap alat. Nah di Instbio ini kami akan menggabungkan keduanya serta mempelajari peralatan medis yang belum dipelajari di semester 5 kemarin. Yang kusesali dari mata kuliah ini, kami kehilangan dosen yang ngajarnya enak banget. Beliau berhalangan memberikan kuliah kepada kami semester ini karena harus fokus melanjutkan kuliah S3 di ITS… 😦 Jadi yang awalnya di ampu oleh 3 orang dosen, menjadi diampu oleh 2 orang dosen saja.

ü  Praktikum Instrumentasi Biomedis (1 SKS)

Praktikum instbio ini adalah praktek dari teori yang kami dapatkan di kuliahnya.

ü  Komputasi Biomedis (3 SKS)

Komputasi biomedis ini merupakan kelanjutan mata kuliah prokom di semester 4. Kalo instbio lebih kearah kardware maka kompbio ini lebih kea rah software. Software yang digunakan kali ini sebenarnya luas, hanya saja yang umum di pakai di jurusanku adalah Matlab dan Delphi.

ü  Praktikum Komputasi Biomedis (1 SKS)

Praktikum kompbio ini adalah praktek dari teori yang kami dapatkan di kuliahnya.

ü  Analisis Sinyal Biomedis (2 SKS)

Di mata kuliah ini, kami di ajarkan bagaimana cara mengolah suatu sinyal tubuh yang sudah di dapat oleh tranducer. Bisa secara hardware ataupun software. Tapi disini lebih ditekankan ke arah software dan analisa matematisnya.

ü Sistem Cerdas (2 SKS)

Nah ini dia pelajaran yang unik dan asli keren banget :3 (tapi semua matkul ini emang keren – keren sih) di mata kuliah siscer ini, kami di ajarkan bagaimana cara membuat kecerdasan buatan atau yang mungkin lebih di kenal dengan nama artificial intelegence.

ü  Robotika (2 SKS)

Mata kuliah yang 1 ini harusnya menjadi jurusan khusus yang dipelajari selama 4 tahun. Tapi di jurusanku di mampetkan menjadi 1 semester dengan beban kuliah HANYA 2 SKS… :3 Tak heran jika dosen yang bersangkutan sudah mewanti – wanti bahwa beliau hanya akan memberikan pelajaran mendasar tentang robotika.

ü  Metodologi Penelitian (2 SKS)

Nah nah… ini nih mata kuliah yang menambah kemumetan semester 6… :3 mata kuliah yang awalnya kukira bakal nyantai tapi ternyata ini adalah mata kuliah pencicilan proposal… Bingung harus seneng ato senep. Senep karena rasanya lengkap sudah kegilaan semester ini, tapi juga seneng karena itu proposal udah mulai dicicil semester ini (meskipun aku masih belom dapet tema yang fix buat skripsiku)

ü  Kalkulus 2 (3 SKS)

Ini mata kuliah yang benernya udah muales banget buat di ulang. Gimana nggak, di semester atas udah jarang banget ketemu sama kemumetan ini. Tapi teranyata harus tetep ketemu karena ngulang mata kuliahnya. Untung banget dosennya berbaik hati bilang kalo kami semua melakukan “pendalaman” materi karena angkatan “tua” yang ikut mata kuliah ini ada 24 ekor… ._.

ü  PKL (2 SKS)

Ini mata kuliah yang sedikit meringankan karena sudah dilaksanakan dan laporannya sudah selesai. Tinggal revisi dai dosen pembimbing dan maju buat siding. Bismillah… 🙂

ü  KKN (2 SKS)

Wew… ini mata kuliah yang gak aku sangka bakal aku ambil semester ini. Awalnya aku piker gak boleh ambil KKN kalo SKSmu belom sampe 110. Tapi ternyata boleh – boleh aja. Makanya nekat ambil semester ini dengan pertimbangan KKN ini ambil yang regular dan dilaksanain pas liburan puasa ntar. Jadi liburan semester 7 menuju 8 bisa focus sama skripsi. Semngadh… 😀

ü  PKM KC (Ultrasound Bone Healing Test – NO SKS – GO PIMNAS)

Alhamdulillah 1 lagi pencapaian target di semester 5. Kelompok PKM ku dinyatakan didanai oleh dikti itu membuat ide kami menjadi barang nyata dan bisa digunakan… 🙂 Terimakasih banyak untuk ALLAH yang selalu memberikan yang terbaik untukku… 🙂 ini hadiah sekaligus amanah dan ujian. Bismillah…

Berhubung semester ini aku sudah memasang target gila – gilaan, maka usaha yang kulakukan untuk semester inipun harus gila – gilaan juga 🙂 Usaha, doa dan tawakkal… Bismillah semester ini akan lebih baik dari semester kemarin… aamiin…

Semester 5 itu…

Semester 4 sudah berhasil di lewati dengan hasil yang cukup bagus… Semester 5 sudah mulai berjalan meski belum terlalu terasa beratnya karena belum mulai project pembuatan alat. Tapi aku disini bukan buat bahas itu kok… 😀

Semester 5 itu berarti mulai masuk penjurusan yang lebih dalam. Kalo semester 1- 4 kita kuliah bareng sekelas, di semester 5 ini mulai terpisah karena ada penjurusan itu. Di Teknobiomedik sendiri ada 2 penjurusan yakni Instrumentasi medis dan Biomaterial. Bidang Instrumentasi medis nantinya akan mempelajari secara lebih mendetail tentang alat – alat elektronika yang ada di dunia medis seperti ECG (mengukur sinyal kelistrikan jantung) , EEG (sinyal kelistrikan saraf) , EMG (sinyal kelistrikan otot) , Spirometer (mengukur kadar volume udara dan kapasitas pernafasan) , Sphymmomanometer (tensimeter / pengukur tekanan darah) dan masih banyak yang lainnya. Jadi bidang Instrumentasi medis ini bidang yang mendalami masalah perangkaian, pembuatan, perbaikan, analisis, bahkan pengembangan alat – alat kedokteran. Sedangkan bidang biomaterial nantinya akan lebih menfokuskan diri pada pembuatan implan tubuh. Kalo di luar negeri seperti jerman itu seperti membuat katup jantung buatan, ginjal buatan, dll. Tapi karena Teknobiomedik ini baru satu – satunya S1 di Indonesia jadi pengaplikasiannya masih lebih sederhana seperti membuat wound dressing, gigi buatan dengan bahan dasar hidroksi apatit, pembuatan benang jahit operasi dengan penambahan getah pisang dalam pembuatannya, dll. Lalu, masuk kemanakah saya???

Setelah melewati proses bingungisasi, galau tingkat akut dan sensi berkepanjangan ( alay nih 😛 ) akhirnya aku memutuskan untuk masuk Instrumentasi medis… 😀 Sumpah kalo dipikir – pikir aku ini tergolong anak yang nekat. Bayangkan saja, Software masih gagap, hardware masih perlu belajar banyak, nilai juga gak bagus – bagus amat… -______- nekat kan???

Jadi, kenapa pada akhirnya aku nekat memilih Instrumentasi medis? Karena aku lebih suka Fisika dibandingkan Kimia… 😀 simple tapi akan menentukan langkah untuk ke depannya. Terlebih ketika aku sudah melewati 4 minggu masa kuliah dan melalui kuis Biomaterial. Di kuis itu no 1 – 5 aku bisa menjawab dengan baik karena kuisnya bersifat open book dan semua pertanyaan kebetulan ada di catatan yang saya bawa. Tapi begitu menginjak soal no 6 barulah aku hanya bisa melongo karena soalnya itu di ambil dari skripsi senior di bidang biomaterial. Disitu aku bener – bener merasa keputusanku buat masuk Instrumen sudah relevan mengingat aku bukan orang yang benar – benar menyukai dunia kimia, sementara biomaterial berbasis kimia organik dan fisika material.

Mata kuliah yang aku ambil semester 5 ini adalah :

  1. Perangkat Antar Muka (PAM)

Biasanya kita sebut ini dengan interface. Kuliah ini diperlukan kalo nanti pas TA kita membuat alat yang butuh untuk dihubungkan ke PC. MIsalnya saja pembuatan ECG yang tampilan grafiknya ditampilkan ke PC. Kuliah ini berasanya kelanjutan dari Elektronika Digital (Eldig) dan sungguh pemahaman bahasa Inggris untuk pembacaan datasheet harus bener – bener mumpuni.

Ini salah satu bagian yang aku pelajari. Mnghubungkan dari Slot ISA, PPI 8255, ADC 0808

  1. Mikroprosesor dan Mikrokontroler

Ini mata kuliah yang penting banget. Karena hamper semua alat yang ada menggunakan mikro. Makanya harus ngambil kuliah ini meski rasanya itu mumet. Mungkin karena belum masuk ke praktik jadinya berasa masih awang – awsng… 😐

Ini rangkaian mikro AT-MEGA 8535

  1. Sistem Instrumentasi Medis (SIM)

Ini kuliah yang sampai saat ini paling aku suka… 😀 selain karena cara penjelasan dosen yang menyenangkan, akhirnya aku bener – bener bisa mempelajari secara mendetail alat – alat medis yang ada. Seperti prinsip kerja, rangkaian, sensor pada X-RD (X-Ray Difraction ato yang biasa disebut rontgen) dan CT Scan (Computed Tomography Scan).

Ini tampilan dari bed side monitor yang ada di ruang ICU untuk memonitor keadaan pasien mulai dari tampilan ECG, oxymeter, dll

  1. Elektronika Medis (Elmed)

Ini kuliah kelanjutan dari Elektronika Analog (Elog) yang isinya rumus perhitungan untuk membuat rangkaian di alat – alat medis yang akan dibuat. Mumet memang. Tapi entah kenapa aku suka… 😀

Ini adalah Rangkaian notch filter atau yang biasa disebut Band stop filter

  1. Praktikum Elektronika Medis (P.Elmed)

Kalo yang atasnya tadi itu teorinya, yang ini praktiknya. Berhubung masih awal, jadi masih belom ada project. Kalo kata Mbak Dena (senior 2009) dia itu dulu kebagian biki HR (Heart Rate) Monitor.

  1. Biomekanika dan Biotransportasi (Biomek)

Nah ini kuliah dimana aku jadi PJnya. Awalnya aku ngira ini kelanjutan dari Biolistrik karena prasyaratnya Fisika Medis (Fismed). Tapi aku merasanya ini kelanjutan dari Pengantar Teknobiomedik (Petek) Karena sampai sekarang yang di bahas masih mekanika. Dan akhirnya kembali kami harus mengukir gaya. Kebanyakan sih untuk pasien dirumah sakit yang mengalami patah tulang dan kakinya harus di gantung, atau orang yang sedang menjalani rehab medis.

Ini salah satu soal yang ada… 😀

Mencari momen inersia berdasarkan dinamika itu ternyata harus dihitung menggunakan matriks 😐

  1. Praktikum Biomekanika dan Biotransportasi (P.Biomek)

Kalo yang atasnya tadi itu teorinya, yang ini praktiknya. Berhubung masih awal, jadi masih belom ada project juga. Kalo kata Mbak Dena (senior 2009) kakak – kakak 2009 itu project akhirnya diminta untuk membuat spirometer.

Kunjungan ke RSPT untuk Praktikum Hemodialisa. Kata Pak Nanang (Teknisi disana) membuat Hemodialisa ini mudah dibandingkan dengan USG dan alat lab lainnya

  1. Sinyal dan Sistem (SiSi)

Nah ini nih mata kuliah yang berbasis matematika Teknik (Matek). Mulai dari intehralnya samapai persamaan – persamaannya. Mulai dari laplace, Fourier, dll. Akhirnya mau gak mau buka catetan semester 3 lagi biar lebih enak belajarnya… 😀

ini materi SiSi yang masih cukup mudah buat dimengerti

  1. Metode Statistika (Metstat)

Sampe sekarang aku masih belom tau aplikasi kuliah ini di TA ataupun pekerjaanku ntar. Tapi yakin aja pasti ada manfaatnya. Karena sampe saat ini masih cukup mudah dan belom menguras otak kayak kuliah yang saya sebutkan sebelum – sebelumnya… 😀

  1. Biomaterial 2 (Biomat 2)

Ini adalah lanjutan dari Biomaterial 1. Kalo di Biomat 1 itu membahas Metal dan Keramik, di Biomat 2 kembali membahas polimer (sudah pernah dapat sebagian di semester 3 pas matkul Ilmu Bahan (Ilba)) dan Komposit. Ini juga mata kuliah yang banyak Kimia Organiknya. Tapi untungnya di mata kuliah ini lebih ditekankan masalah TA yang  bisa di ambil anak – anak yang mengambil penjurusan Biomaterial. Seperti pembuatan Wound dressing dengan penambahan curcumin dsb.

Ini contoh beberapa implan yang merupakan aplikasi dari biomaterial

  1. Kimia Fisik (Kimfis)

Pasti aneh deh ya ngeliat kuliah yang satu ini. Kenapa aku yang udah semester 5 masih ambil matkul ini… 😀 Ini sebenernya matkul buat semester 3. Tapi karena IP semester 2 ku jueleeeeek, akhirnya aku gak bisa ambil semua SKS semester itu. Alhasil Kimfis ini baru aku ambil semester ini. Selain kimfis, juga ada Kimia Organik (Kimor) yang belom aku ambil. Tapi berhubung jadwalnya bentrok dengan SiSi, jadinya aku ambil semester 7 nanti. Semoga gak bentrok lagi. Aku pengen lulus tepat waktu. Aamiin… 🙂

Ini sedikit cerita tentang dunia kuliahku di Biomedical Engineering UA… 😀 Apa ceritamu???