Seseorang yang Menjaga Sholatnya

Aku bukan manusia yang sempurna. Terutama dalam ibadahku untuk menunjukkan kecintaanku pada Rabbku. Aku merasa begitu kurang dalam berusaha melaksanakan hal – hal yang seharusnya sudah menjadi kewajibanku. Salah satunya komitmen dalam sholat. Seringkali aku melaksanakan sholat di penghujung waktu karena alasan – alasan sepele, masih di jalanlah, masih ngerjain tugaslah, masih kuliahlah. Bahkan terkadang ketika kuliah usai, aku lebih mendahulukan untuk makan siang karena merasa lapar dibanding melakukn sholat yang jelas – jelas merupakan kebutuhkanku pada Rabbku. Ya, aku butuh sholat. Bukan karena kewajiban, tapi karena aku butuh. Tetapi terkadang kebutuhanku akan sholat tertunda karena hal – hal dunia yang sebenarnya masih bisa ditunda sebentar.

Karenanya aku selalu tergetar ketika melihat seseorang yang senantiasa menjaga dan selalu disiplin dengan sholatnya. Aku mengenal seseorang yang insyaALLAH seperti itu. Dan itu membuatku berpacu untuk menjadi lebih baik. Dan untuk seseorang yang kukenal ini, dia selalu sukses membuatku terpesona dengan segala hal yang ada padanya. Bukan cinta, bukan. Aku kagum dengan pribadinya. Dengan segala perubahan baik yang terjadi padanya. Aku telah lama mengenalnya. Sejak kami masih berada pada zaman jahiliyah kami masing – masing, aku sudah mengenalnya.

Kukatakan dia adalah seseorang yang selalu menjaga sholatnya, karena selama denganku, ketika adzan berkumandang tak peduli apapun yang sedang kami lakukan dia pasti langsung pamit untuk sholat. Tak peduli dia sedang mengajariku untuk persiapan ujian, bahkan ketika kami sedang dalam perjalanan. Aku memang sesekali saja bertemua dengannya, tapi aku percaya bahwa dia tidak pernah memanipulasi dirinya untuk terlihat baik di depanku. Karena memang seperti itulah dirinya.

Hati ini selalu tergetar ketika dia pergi untuk melaksanakan kebutuhannya akan Rabbnya. Bukan, bukan karena cinta. Tapi iri karena aku belum bisa menjadi seperti dirinya, yang pergi secepat dia bisa ketika ALLAH memanggilnya.

Aku bertemu dengan cukup banyak jenis manusia dalam rentang hidupku yang segini. Banyak dari mereka yang berkata bahwa mereka aktivis dakwah, tapi sangat sedikit sekali yang berusaha untuk tidak menunda sholatnya. Dan mungkin ini termasuk diriku meskipun aku bukanlah aktivis dakwah 🙂

Tulisan ini bukan untuk membanggakan seorang teman yang kumiliki, hanya sebagai refleksi terutama diri sendiri. Memotivasi diri untuk menjadi lebih baik, karena kita hidup untuk beribadah kepada ALLAH. Dan untuk mengakui secara nyata bahwa kita selalu membutuhkan ALLAH di setiap langkah hidup kita… 🙂

TANPA JUDUL

Kalau ditanya tentang seseorang yang selama ini benar – benar ada untukku, mungkin jawabannya adalah kamu. Yang selalu ada saat aku benar – benar butuh. Yang selalu menguatkan saat aku terjatuh. Tempat bersandar kala yang lain pergi menjauh.  Juga seseorang yang selalu menjadi pundak bagiku untuk berlabuh tatkala merasa lelah menghadapi hidup.

Tak perlu bertemu di setiap waktu untuk menunjukkan kedekatan kita. Tak perlu sms di setiap kesempatan hanya untuk menujukkan betapa perhatiannya kita. Juga tak perlu bertemu setiap hari untuk tau bahwa kita masih dekat. Cukup rasa yang hanya mampu kita rasa. 🙂 Cukup itu… :”

Ada masa dimana kita seakan lost contact, ada masa dimana kita tak pernah tau kabar masing – masing, juga ada masa dimana kita lama sekali tak bersua. Bahkan di beberapa waktu yang kita punya, kita pernah saling salah paham. Namun, itu semua tak lantas menjadikan kita menjadi jauh dan bahkan ternyata kita semakin dekat. Dengan kedewasaan kita dan pemahaman kita… 🙂

Masih begitu bening dalam ingatan, waktu dimana kita sama – sama saling ada saat salah satu dari kita terjatuh. Masa dimana kita saling menguatkan dan mensupport untuk tetap tersenyum menghadapi indahnya hidup. Juga masa dimana kita saling bercerita tentang pencapaian – pencapaian yang kita buat dalam hidup. Di semua hal yang kita lalui, kutau bahwa kau masih tetap disampingku… 🙂

Kamu selalu bisa membuat cemberutku menjadi senyum. Kamu selalu bisa membuat mendungku menjadi cerah. Dan kamu sellau mampu membuat hariku semakin berwarna. Kamu adalah teman, sabahat sekaligus kakak terbaik yang kumiliki. Darimu, aku belajar banyak hal, darimu aku mengerti banyak hal… 🙂

Padamu, aku seakan tak perlu menyaring segala hal yang hendak kuceritakan. Padamu, aku bebas bertingkah seperti apapun. Padamu, aku bisa menjadi orang yang egois dan sesuai inginku. Dan anehnya, tak pernah ada protes berarti dari bibirmu… 🙂

Kuharap ini akan terus berlangsung. Kuharap ini tidak akan pernah hilang. Kuharap, kamu akan tetap seperti ini. Dulu, sekarang dan mudah – mudahan sampai nanti. Aamiin… 🙂

Ur Wish… Ur Hope :)

FOR ME

 

Sekarang, aku hanya berharap yang terbaik untukku… 🙂 Aku yakin ALLAH sedang menyiapkan rencana terbaiknya untukku mas… 🙂 Tenanglah disana. Kupercaya bahwa ALLAH akan menjagamu. Kuhaturkan terimakasihku untukmu. Ku kirimkan Al-Fatihah untukmu secara rutin… 🙂 Semoga ALLAH menghapuskan dosamu, mengangkat derajatmu dan memasukkanmu dalam golongan orang – orang soleh… 🙂